Press "Enter" to skip to content

” Mendukung Lokus Stunting 2020, Kader dan Tokoh Masyarakat seKecamatan Gununganyar Tanda tangani Kesepahaman Bersama “

camat Gununganyar saat memberikan sambutan.

Surabaya, Keseriusan  Kota Surabaya untuk mengurangi angka stunting patut diacungi jempol pasalnya kemarin, Jumat, 27 Desember 2019 secara serentak dilaksanakan kegiatan sosialisasi dan penandatanganan kesepahaman terkait Surabaya bebas stunting hampir diseluruh kecamatan secara bersamaan. Salah satunya adalah kecamatan Gununganyar, wilayah yang berbatasan dengan kabupaten Sidoarjo ini juga berkegiatan yang sama di pendopo Kecaatan Gununganyar.

Kecamatan Gununganyar dengan angka stunting yang tidak terlalu banyak inipun juga berkomitmen seriusuntuk memberantas stunting. Hal ini Nampak dari kehadiran para pimpinan wilayah yaitu Camat Gununganyar, Kapolsek Rungkut Gununganyar, Danramil Rungkut, KepalaPuskesmas Gununganyar  serta tokoh masyarakat yang terdiri dari para kader – kader, KIM  ( Kelompok Informasi Masyarakat ), Ketua LPMK ( Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan ) dan lainnya.

Seperti yang kita ketahui secara umum bahwa stunting adalah permasalahan tumbuh kembang ( tinggi ) anak yang terhambat, hal ini telah di standarisasi oleh Badan Kesehatan Dunia ( WHO ) dan Indonesia ada diurutan kelima dunia,  Negara dengan kasus stunting terbanyak. Surabaya menurut data dari Dinas kesehatan bahwa ditahun 2019 memiliki angka 15.000 anak dengan permasalahan stunting, tentu hal ini sangat mengkawatirkan.

Sosialisasi kegiatan Surabaya Lokus Stunting 2020

Camat Gununganyar, Anna Fajriatin, AP.MM. berpesan kepada seluruh peserta yang hadir bahwa stunting sudah menjadi permasalahan yang  serius dan harus menjadi perhatian seluruh lapisan masyarakat. Melalui kegiatan ini diharapkan tidak hanya petugas kesehatan saja namun seluruh lapisan masyarakat harus peduli untuk memberantas angka stunting khususnya di Kecamatan Gununganyar.

Selain para pimpinan wilayah dan para kader, pegiat informasi yang tergabung dalam Kelompok Infomasi Masyarakat ( KIM ) juga ikut menandatangai kesepahaman bersama terkait gerakan Surabaya bebas Stunting. Kegiatan serempak ini terkait dengan program Lokus  Stunting Surabaya tahun 2020 dimana Kota Surabaya menargetkan penurunan angka stunting hingga 50%  ditahun 2020. ( Cakmet,27/12)

Be First to Comment

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *

    shares